Komisi III Pelajari Cara Pengolahan Sampah di ITS Surabaya

Pelantikan Pengurus DPW Nasdem
Maret 19, 2020
DPRD KEPRI Lakukan Peninjauan Pelabuhan Tanjung Batu
Maret 21, 2020

Komisi III DPRD Kepulauan Riau melaksanakan studi pengelolaan sampah di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Kamis (07/11/2019). Studi tersebut dilakukan karena permasalahan sampah yang ada di Kepulauan Riau yang terus menumpuk dan belum ada solusi pengelolaannya.

Wakil Ketua Komisi III H. Surya Sardi, S.T, M.M mengatakan permasalahan pengelolaan sampah memang kerap terjadi di kota-kota besar seperti di Kepulauan Riau khususnya Batam. Ia mengatakan saat ini sampah yang dihasilkan di Batam berkisar 600 sampai 800 ton per harinya.

“Dengan jumlah sampah segitu dan proses pengolahan yang bisa dibilang masih tradisional maka jumlah sampah di TPA akan terus menumpuk dan akhirnya tidak tertampung di TPA,” kata Surya Sardi.

Anggota Komisi III H. Lis Darmansyah, S.H juga mengatakan kalau pengolahan sampah masih secara tradisional maka lama kelamaan tentu akan membutuhkan lahan baru untuk dijadikan TPA karena daya tampung TPA yang lama tidak cukup lagi. “Sementara di daerah kepulauan seperti tempat kami ini sangat susah untuk mencari lahan apalagi untuk dijadikan sebaga tempat pembuangan akhir atau TPA,” kata Lis Darmansyah.

Ia mengatakan bahwa kunjungan Komisi III ke ITS Surabaya ini bermaksud untuk mempelajari bagaimana cara pengolahan sampah dengansistem zero waste sehingga bisa mengurangi jumlah tumpukan sampah di TPA. Menurutnya pengolahan sampah di Kepri ini memiliki potensi yang sangat luar biasa jika memang teknologi yang diterapkan sesuai.

ITS sebagai salah lembaga pendidikan tinggi yang berpengalamaan dalam teknologi pengolahan sampah dianggap mampu mengolah sampah di Kepri. “Kita melihat ITS ini sudah berhasil mengolah sampah dengan teknologi modern di Surabaya,” terang Lis.

Selain Surya Sardi dan Lis Darmansyah turut hadir dalam studi tersebut Raja Bachtiar, Suryani, Sahmadin Sinaga, Hadi Candra, Yudi Kurnain, Bakti Lubis, Nyanyang Haris Pratamura dan Irwansyah. (HumasSetwan)

 
TELEPON